Thursday, January 10, 2013
Wednesday, January 2, 2013
Tafsir Surat al-A’raf:96-100
96. Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (Al A’raf)
Tafsir Surat al-A’raf:96-100
Ayat-ayat yang akan kita kaji berikutnya ini memang patut direnungkan karena dengan lebih mendalam ianya difahami ianya sebenarnya berbicara tentang keadaan umat Islam dan dunia ketika ini. Karena itu dengan mengkaji, merenungi, menghayati serta mengamalkannya, kita mengharapkan janji Allah di dalamnya dapat terealisasi dan ancaman-Nya dapat dihindarkan.
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى ءَامَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَاْلأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ {96} أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَآئِمُونَ {97} أَوْأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَن يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ {98} أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللهِ فَلاَيَأْمَنُ مَكْرَ اللهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ {99} أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ اْلأَرْضَ مِن بَعْدِ أَهْلِهَآ أَن لَّوْ نَشَآءُ أَصَبْنَاهُم بِذُنُوبِهِمْ وَنَطْبَعُ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لاَيَسْمَعُونَ {100}
Artinya: Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya,[96]. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur.? [97]. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain.? [98]. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga) Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi,[99]. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi).? [100]
Makna Umum
Setelah Allah menjelaskan sunnah-Nya terhadap umat-umat terdahulu, yaitu ditimpakannya siksaan dan kesengsaraan terhadap mereka setelah mereka mendustakan (ayat-ayat-Nya) dan membangkang. Kemudian bila umat-umat tersebut belum juga bertaubat dan terus bergelumang dalam kekufuran dan pembangkangannya, Dia akan melimpahkan berbagai kebaikan untuk mereka berupa harta yang banyak dan kondisi ekonomi yang baik, lalu secara tiba-tiba Dia membinasakan mereka sehingga jadilah mereka setelah itu manusia-manusia yang merugi di dunia dan akhirat.
Dia Ta’ala membuka pintu taubat dan pengharapan bagi para hamba-Nya seraya berfirman, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri” yakni mereka yang mendustakan (ayat-ayat Allah) seperti orang-orang kafir Mekkah, Thaif dan penduduk kota lainnya. “Beriman” yakni kepada Allah dan Rasul-Nya, (beriman) dengan hari pertemuan-Nya, janji dan ancaman-Nya. “Dan bertakwa” yakni kepada Allah sehingga tidak berbuat syirik, bermaksiat terhadap-Nya dan Rasul-Nya; niscaya Dia Ta’ala akan membukakan bagi mereka pintu-pintu langit berlimpahan rahmat dan berkah. Melimpahkan bagi mereka perbendaharaan bumi dan menganugerahkan mereka rizki yang baik akan tetapi penduduk negeri-negeri terdahulu telah mendustakan (ayat-ayat Allah) sehingga Dia menimpakan azab kepada mereka sebagai balasan atas apa yang mereka perbuat. Penduduk bumi sekarang ini yang mendustakan (ayat-ayat Allah), hanya dua jalan bagi mereka; mengambil pelajaran dari apa yang menimpa penduduk negeri-negeri terdahulu lalu beriman, bertauhid dan berbuat ta’at. Atau tetap di atas kesyirikan dan pendustaan lalu ditimpakan atas mereka azab yang dulu pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka, yaitu dimusnahkan secara pukal dan disapu habis. Inilah yang ditunjukkan firman-Nya pada ayat 96 di atas, yaitu firman-Nya, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”
Sedangkan dalam tiga ayat berikutnya (97,98,99), Allah Ta’ala menegur akan kelalaian penduduk negeri-negeri tersebut dengan mencela kedegilan dan keterusmenerusan mereka di atas kebatilan seraya menyatakan kehairanan terhadap keadaan mereka tersebut. Karena itu, Dia berfirman, “Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur.?” Yakni apakah mereka memasa-bodoi (pura-pura tidak tahu) apa yang telah terjadi terhadap orang-orang sebelum mereka sehingga merasa aman dari azab kami yang datang pada malam hari saat mereka sedang terlelap tidur.? “Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain.?” Yakni apakah penduduk negeri-negeri lalai dan merasa aman-aman saja terhadap datangnya azab kami di waktu Dhuha (matahari sepenggalahan naik) sementara mereka tengah asyik mengerjakan amalan yang tidak bermanfa’at bagi mereka yang seakan sedang bermain-main dengan permainan anak-anak.? “Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah” yakni mereka terlena karena kami mengulur-ulur bagi mereka dan memperdayai mereka sehingga merasa aman dari Perencanaan Allah.? Sesungguhnya orang yang merasa aman-aman saja dari Perencanaan Allah hanyalah orang-orang yang merugi.
Sementara firmannya dalam ayat ke-lima (ayat 100), “Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi).?” Yakni telah butalah orang-orang yang mempusakai bumi setelah penduduknya lenyap dan belum jelas bagi mereka serta belum menyadari bahwa andaikata Kami menghendaki, tentu Kami azab mereka karena dosa-dosa mereka sebagaimana Kami telah mengazab orang-orang yang mempusakai rumah-rumah mereka karena dosa-dosa mereka. “Dan Kami kunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)” yakni Kami menjadikan di setiap hati mereka sumbatan sehingga mereka tidak menyadari apa yang dikatakan kepada mereka dan tidak memahami apa yang diinginkan terhadap mereka hingga akhirnya mereka binasa sebagaimana binasanya orang-orang sebelum mereka.
Petunjuk Ayat
Di antara petunjuk ayat-ayat di atas adalah:
1. Allah Yang Maha Pengasih menawarkan rahmat-Nya kepada para hamba-Nya dan tidak meminta yang lebih-lebih dari mereka selain iman dan takwa
2. Diharamkan bersikap lalai dan wajib ingat dan waspada
3. Diharamkan bersikap merasa aman dari Perencanaan Allah
4. Bila suatu umat merasa aman-aman saja dari perencanaan Allah, maka hendaklah mereka bersiap-siap menyambut penyesalan dan datangnya suatu azab yang pasti datang
5. Wajib mengambil pelajaran dari apa yang dialami orang-orang terdahulu, yaitu dengan tidak melakukan faktor-faktor yang menyebabkan kebinasaan mereka.
(Sumber: Aysar at-Tafaasiir karya Syaikh Abu Bakar al-Jazaairy)
Renungan:
Ketika membaca al-Qur’an perlu mentadabburi (merenungi)-nya sehingga dapat menambah keimanan kita dan keyakinan akan kebenarannya, asalkan tidak bertentangan dengan makna dan petunjuk ayat.
Dalam ayat-ayat di atas, sangat terbukti sekali betapa al-Qur’an itu adalah firman Allah, bukan buatan manusia, yaitu bahwa ia memiliki kemukjizatan.
Bila kita memperhatikan apa yang terjadi di negara jiran kita saja, misalnya, dalam beberapa tahun terakhir ini, seakan ayat-ayat di atas berbicara di depan mata kita. Kejadian-kejadian seperti gempa, tanah longsor, banjir dan sebagainya tidak jauh dari waktu-waktu yang disebutkan tersebut. Di Garut, misalnya, tanah longsor itu terjadi di malam hari saat orang-orang sedang terlelap, demikian pula gempa di Aceh, ada yang di pagi hari dan kejadian lainnya di seluruh pelosok tanah air; semuanya terjadi pada waktu-waktu yang disebutkan ayat-ayat diatas. Ini membuktikan bahwa semua itu hanyalah atas kehendak Allah semata. Belum lagi bila kita melihat kejadian-kejadian yang menimpa penduduk di luar negeri, seperti di Iran, Bangladesh, Srilanka, Amerika, Cuba dan sebagainya.
Juga membuktikan bahwa musibah-musibah itu terjadi tidak terlepas dari sikap manusia itu sendiri, yaitu perbuatan maksiat kepada Allah dan kerusakan di muka bumi.
Dalam kejadian Tsunami di Aceh, misalnya, timbul juga pertanyaan lain di benak kita; kenapa tidak nampak bangkai-bangkai binatang yang sepatutnya banyak mengapung dan bergelimpangan di permukaan beberapa hari setelah kejadian itu? Bagaimana mereka boleh selamat.? Jawabannya mudah; iaitu semata-mata di atas kehendak Allah, binatang-binatang itu diberi naluri yang tinggi sehingga dapat membaca fenomena alam, sekaligus hal itu merupakan kasih sayang Allah terhadap makhluk-Nya. Dia menimpakan bencana kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan menyelamatkan siapa yang dikehendaki-Nya pula.
Di sisi yang lain, kita menyaksikan kebenaran janji Allah dalam ayat-ayat tersebut untuk menjadikan negeri-negeri yang beriman dan bertakwa sebagai negeri yang sejahtera, aman dan tenteram. Di antara contohnya yang perlu kita renungkan kembali adalah betapa pada masa Rasulullah s.a.w, para al-Khulafa` ar-Rasyidun dan generasi tabi’in keadaannya sangat aman, damai dan sejahtera. Tidak tersebut berita dari nukilan ahli sejarah yang dapat dipercaya mengenai musibah-musibah besar seperti yang terjadi di abad kontemporari ini. Jelas sekali ini menunjukkan bahwa janji Allah itu pasti benar dan terjadi.
Semoga dengan ini, akan lebih membuka mata hati kita untuk segera dan tidak menunda-nunda lagi bertaubat dan kembali kepada Allah serta berhenti melakukan semua bentuk kemaksiatan. Wallahu a’lam
Disunting dari: http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatquran&id=69
Friday, December 21, 2012
Tuesday, November 20, 2012
KURANG DUA HARI SEMINGGU DI KELANTAN
Menjejak kaki di bumi Kelantan ini terasa kelainannya. Terasa diri kita ini disambut mesra oleh penghuninya yang mahukan PAS memerintah di sini dan menjadikan UMNO sebagai pembangkang. Ahlan wa Sahlan wahai pendokong Parti Islam SeMalaysia. Selamat bermu'tamar.
Setiap kali menuju ke PUTIK dari Wakaf Che Yeh memang tak bermasalah kerana papan tanda ke PUTIK cukup banyak dan jelas. Yang menjadi masalah ialah ketika balik dari PUTIK... papan tandanya tak ada. 4 hari kononnya mahu cuba menguasai jalan-jalan di Kota Bharu ini akhirnya tewas... tak semudah yang disangka.
Begitulah hebatnya rangkaian jalanraya di Kota Bharu ini ianya seolah-olah seperti permainan mencari jalan keluar.Seperkara lagi pada pemerhatian saya adalah bahwa Kota Bharu ini memang sangat-sangat memerlukan flyover kerana terlalu banyak traffic light. Ini sudah pasti akan membantu kelancaran perjalanan khususnya ketika waktu balik kerja. Kekangan peruntukan tak sepatutnya berlaku di sini kerana Kelantan adalah negeri pengeluar minyak yang sepatutnya menerima Royalti yang dinafikan oleh Kerajaan Pusat yang jumlahnya kini mencecah 10.21 billion.
Seperkara yang menakjubkan saya adalah Pameran replika pedang dan rumah Nabi s.a.w yang dianjurkan oleh MAIK dari awal Nov sehingga awal Disember 2012 yang mana bayaran masuknya adalah percuma. Yang cukup menghairankan adalah lokasi pameran tersebut. Ianya diadakan di Istana Negeri tempat penginapan beradu Sultan Kelantan.
Rakyat Kelantan berduyun-duyun mengunjungi istana yang menggambarkan betapa hebatnya hati Sultan Kelantan yang ada sekarang ini... yang mana berjiwa besar sanggup merakyatkan istana milik Sultan. Inilah kali pertama dapat melihat keindahan istana Raja. Memang cantik....! Dalam pameran tersebut menimbulkan rasa cinta pada ulamak-ulamak terdahulu, Islam dan mengingatkan kembali kehidupan Nabi s.a.w kita yang tercinta. Model Sistem Pendidikan Pondok Terkenal Pasir Tumboh juga dipamirkan.Monday, November 5, 2012
Kupasan Terbaik dari DSTGHA Presiden PAS mengenai CSL
Masya Allah seperti kilasan pedang yang tajam melibas kiri dan kanan.. itu yang saya rasai selepas membaca tulisan Datuk Seri TGHA. Mantap dan padu. Amek kau UMNO BN!!!
Kenyataan Datuk Seri Dr Chua Soi Lek, Presiden MCA yang secara terbuka menentang Syariat Islam, khususnya undang-undang jenayah hudud, adalah menyerlahkan sikap Barisan Nasional yang sebenar.
Perlu diingat bahawa UMNO adalah parti teras dalam BN, yang wujud bersama MCA, MIC, GERAKAN dan lain-lainnya sebagaimana yang kita ulangi sudah pun diberi amanah menerajui pemerintahan negara Malaysia ini selama lebih dari lima puluh tahun.
Hakikatnya ialah, bahawa UMNO memimpin kerajaan pusat dan kebanyakan kerajaan negeri, dengan adanya Biro Agama dalam UMNO itu sendiri, dalam kerajaannya ada Jabatan Hal Ehwal Agama Islam - yang diletakkan dibawah Jabatan Perdana Menteri merangkap Presiden UMNO,dan ada menteri penjaganya.
Di samping diwujudkan Institut Kefahaman Islam (IKIM), Fakulti Pengajian Islam dibeberapa Universiti, diperingkat negeri pula ada Jabatan Agama Islam masing-masing danada Exco Agama daripada UMNO juga.
TETAPI segala-galanya ini tidak mampu meletakkan Islam itu tinggi ditempat yang sebenarnya dalam urusan negara Malaysia ini dan dinegeri yang dipimpin oleh UMNO. Adapun Majlis Fatwa Kebangsaan pula hanya bebas dalam lingkungan sangkarnya, berkokok mengikut waktu yang disesuaikan dengan keselesaan UMNO yang menjadi penunggunya.
Soalannya mengapa MCA boleh membuat kenyataan terbuka begitu rupa ?.
Dalam hal ini, MCA bukanlah parti yang patut disoal atau diminta penjelasan, kerana parti ini hanya mewakili kelompok masyarakat Cina bukan Islam.Manakala hukum hududpula tidak ada dalam ajaran semua agama bukan Islam yang dianut oleh ahli MCA.
Parti UMNOlah yang secara khususnya patut dipersoalkan oleh bangsa melayu yang beragama Islam bukannya MCA, kerana banyaknya urusan Islam didalam tubuh parti UMNOserta kedudukannya yang memimpin kerajaan pusat dan negeri.
PAS tidak merasa hairan apa yang berlaku,kerana UMNO adalah Parti Kebangsaan Melayu, di mana “Islam” hanya menjadi agama yang dianut secara peribadi kalangan ahli UMNO sahaja. Perlembagaan UMNO juga tidak meletakkan Islam menjadi dasar, matlamat dan hukum tertinggi.Sifat individualistik yang menjadi konsep kepada ahli UMNO menyebabkannya tidak boleh bertindak terhadap ahlinya yang melakukan maksiat yang besar, apatah lagi yang terlalu kecil, kerana agama adalah urusan individu.
Ahli UMNO pula boleh menjadi orang yang soleh, paling kuat beribadat, banyak sembahyang, banyak mendirikan masjid, kerap umrah dan lebih banyak peluang haji, berkebajikan dalam masyarakat dengan sebanyak-banyaknya dan sebagainya.
Tetapi ahli UMNOi tidak mampu bercakap atas nama partinya untuk menegur atau menyanggah kenyataan Presiden MCA, kerana ini akan bercanggah dengan semangat dan konsep kebersamaan dalam BN yang didukung sama oleh undang-undang tubuh UMNO yang diselaraskan dengan semua rakan-rakannya dalam Barisan Nasional.
UMNO lebih mengutamakan konsep pragmatik sekular yang didukung bersama MCA, MIC, GERAKAN dan lain-lain, dalamgabungan parti-parti komponen Barisan Nasional. Maka Islam tidak berkuasa dan berdaulat, hanyalah sekadar menjadicabang yang berteduh dibawah semangat Barisan Nasional. Maka UMNO tidak ada kelayakan untuk menegur Presiden MCA sehingga dia boleh bercakap apasahaja termasuk dalam perkara Islam yang dia terlalu jahil kerana bukan agamanya.
HUDUD
Undang-undang Hudud adalah salah satu daripada hukum jenayahdalam syariat Islam, bersama dengan hukuman Qisas dan Takzir. Perkataan “Hudud” bererti batas-batas sempadan Allah yang tidak boleh dipertikaikan oleh seseorang yang beriman, di mana hukumannya telah dinaskan oleh Allah secara nyata dalam Al Quran dan Hadith Rasulullah SAW seperti juga nas wajib sembahyang lima waktu, puasa, zakat , haji dan pengharaman arak, judi, riba dan lain-lain. Hudud tidak boleh dinamakan “Hudud PAS” seperti juga tidak boleh dinamakan “sembahyang PAS”.Hanya yang jahil murakkab sahaja boleh bercakap begitu. Allah berfirman yang bermaksud:
Maksudnya :“Dan tidaklah harus bagi seseorang yang beriman, lelaki dan perempuan - apabila Allah dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara – mereka tidaklah mempunyai hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada hukum Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata.” (al-Ahzab – 36)
Perkara yang dinyatakan secara nas saperti Hudud dan Qisas tidak mungkin dicapai oleh akal manusia, maka Allah menyatakan petunjuknya secara jelas.Rasulullah SAW sendiri, para pemimpin dan ulama selepasnya wajib menerima dan pihak yang berkuasa pula wajib melaksanakannya di mana mereka tidak boleh bertelingkah atau khilaf dari segi wajibnya. Perbincangan dan berbeza pendapat hanya dalam perkara cabang dari segi mencari bukti dan proses kehakiman yang adil, bukan meninggalkannya.
Keseluruhan undang-undang jenayah Islam lebih bersifat dan berkonsepkan mendidik masyarakat, maka dikenakan syarat yang ketat sehingga sukar menjatuhkan hukuman, tetapi undang-undang dan hukumannya menakutkan sehingga Presiden MCA juga takut.Penjenayah lebih digalakkan bertaubat sebelum dibawa kemahkamah.Hukum Hudud tidak boleh diampun setelah diputuskan oleh mahkamah, kerana Hudud menjadi hak Allah bagi memelihara rukun kehidupan bermasyarakat.
Lucunya, terdapat pula kalangan yang jahil pula cuba berhujah, bahawa penjenayah akan berkeliaran atau bertambah kerana hukuman sangat sukar untuk dijatuhkan. Hakikatnya ini tidak akan berlaku kerana sebelum sesuatu kes itu dibawa ke mahkamah, pihak yang mendakwa atau pendakwa akan menentukan samada cukup kesaksian atau tidak untuk kes hudud. Sekiranya bukti tidak cukup untuk kes hudud bukan bermakna terus dilepaskan.
Bukti-bukti jenayah ini mungkin cukup untuk di bawa kes ke perbicaraan takzir – di mana hukuman takzir adalah lebih ringan dari hukuman hudud.Dalam bahasa mudah difahami waktu ini, hukuman takzir boleh wujud dalam bentuk kanun keseksaan (penal code) yang hukuman dan beban pembuktiannya jauh lebih ringan dari hukuman hudud.
Setiap penganut Islam sebelum wujudnya PAS dan UMNO wajib beriman dengan hukum hudud. Maka penganut Islam dalam UMNO wajib bertegas dan istiqamah dengan Islamnya,seterusnya bertindak sama ada memecat MCA daripada Barisan Nasional atau UMNO di pecat atau keluar daripada Barisan Nasional atau ahli-ahli UMNO yang beragama Islam keluar UMNO beramai-ramai.
PAS DAN DAP
PAS berlainan dengan UMNO dan sangat berbeza, kerana PAS tegas mengikut undang-undang tubuhnya, menjadikan Islam (Quran, Hadith, Ijmak dan Qiyas) hukum tertinggi, dasar dan matlamat perjuangannya Islam yang sempurna, maka termasuk urusan politik negara. Sekiranya dikaji Surah Al Maidah yang diturunkan diMadinah, terdapat didalamnya undang-undang jenayah, diantaranya Hudud.
Kebanyakan sebab nuzulnya (turun ayat) adalah berkait dengan sikap penganut bukan Islam yang dijawab secara wahyu.Perkara ini dapat dirujuk dalam kitab tafsir dan sejarah Islam.
PAS berijtihad memilih Demokrasi bagi mencapai kuasa pemerintahan dan melaksanakan Islam termasuk hukum hudud, kerana pendekatan demokrasi secara damai adalah bersesuaian bagi menyelamat manusia bersama Islam tanpa paksaan, walaupun memakan masa yang panjang sehingga beberapa generasi serta pemimpin pergi dan datang.
Maka proses pelaksanaan undang –undang termasuk Hudud dibawa kedalam Dewan Undangan Negeri Kelantan dan Terengganu setelah mendapat mandat kemenangan besar dalam pilihanraya lalu. Undang – undang jenayah Islam termasuk Hudud dipamerkan lebih dahulu kepada masyarakat umum berbagai agama, di bentang dan dibuka kepada proses soal-jawab terlebih dahulu sebagai satu proses pendidikannya.
Ingin saya pertegaskan sekali lagi bahawa pelaksanaan enakmen Islam adalah hanya untuk orang Islam sahaja, sama sekali tidak untuk bukan Islam. PAS tidak membawa perkara ini diKedah, Perak, Selangor dan Pulau Pinang kerana tidak mencukupi syarat secara demokrasi.
DAP pula bukan parti kerajaan pusat yang berkuasa sepenuhnya seperti MCA. Ahli DAP banyak terdiri daripada masyarakat bukan Islam yang tertindas oleh kekayaan MCA,MIC dan semangat kebangsaan UMNO yang terlalu tinggi. Maka PAS lebih mudah berkira dengan DAP. Perkara hudud boleh dibincang secara ilmu dengan adil dan bebas.
Hubungan PAS dengan DAP dan PKR bukan Islam dalam Pakatan Rakyat adalah secara muafakat. Maka isu pelaksanaan Islam oleh PAS dalam negeri Pakatan Rakyat adalah berpandukankepada hukum Tahaluf Siyasi dalam Feqah Siyasah.Ini perkara yang perlu difahami oleh penyokong PAS dan rakyat seluruhnya.
PAS tetap tegas dengan perjuangan Islamnya dan DAP pula tegas dengan perjuangannya. Dalam hal ini kerjasama berlaku dalam titik persamaan dan hak berbeza pendapat tetap dihormati dan hak penganut bukan Islam wajib diberi dengan adil.
Titik persamaan secara umum sudah disepakati, apabila DAP menerima konsep yang sudah ada dalam perlembagaan negara, termasuk kedudukan agama Islam.Bagi PAS sudah cukup menarik untuk memberi ruang perbincangan sekiranya memerintah negara.Cara ini tidak boleh dilakukan oleh UMNO dengan rakan-rakan karibnya dalam Barisan Nasional.
Malangnya perbincangan yang masih awal diganggu oleh media arus perdana khususnya berbahasamelayu mengaku Islam, yang sengaja berniat jahat untuk menghalang cita-cita Islam yang diperjuangkan oleh PAS.
Monday, October 22, 2012
TONY BLAIRS SISTER IN LAW CHOOSES ISLAM AS HER WAY OF LIFE AFTER SOME INTERESTING DISCOVERIES
Friday, October 12, 2012
EDISI MEMBEDAH SIASAT PEMIKIRAN CSL TENTANG HUDUD
Transkrip Ucapan Pembukaan Datuk Seri Chua Soi Lek di Forum Hudud and its Implication on Non Muslim 4th December 2011 Organised by : Institute of Strategic Analysis And Policy Research (INSAP) Venue: 13th Floor Bangunan Wisma MCA
Ladies and Gentlemen;
First of all let me thank all of you for coming. And also let me welcome all of you to the 13th Floor MCA Headquarter. We are all here to learn more about Hudud and its implication on non Muslim. I’ll regard this Forum as a political education that’s the reason why we meet and were happy that distinguished speakers and moderator have kindly accepted our invitation to share with us their fountain of knowledge on Hudud and its Implication on Non Muslim.
The word halt that we should call off this Forum and I was quite amused and amazed because I thought Malaysians lately has been calling the Government for more public space engagement and consensus building so to me this forum does no harm to anybody. It is a very peaceful assembly and I see no reason why it should be called off. (audience clapping hand)
I do not pretend to know more than anyone of you here about Hudud and Its Implication. So we are on the beginning of the learning curve about Hudud.
“Of course all of us know that PAS has been the champion of implementation of Hudud in this country, way back in 1993 Kelantan has already approved a PAS Hudud in the State Government. The then Prime Minister Dr Mahathir is disallowing because it was regarded as unconstitutional. Of late I can see that PAS is been pushing very hard maybe PAS think that it’s strong and is getting stronger everyday so it’s time to push the Hudud button. “ And they have set up a high level Committee to implement Hudud. The Kedah government has also follow soon that if Kelantan does it we will do it. Of course if they are still in power.
“ And so today we talk about Hudud. All that I know Hudud under the Islamic Law is a set of punishment for crime committed under the Islamic Law.” And this will include rape, theft, robbery, adultery and in Malaysia I understand also expanded to include also the punishment of alcohol, treason, apostasy, slander accusation of adultery and so forth. And the only barrier to the implementation of Hudud as I know is the federal constitution. And we are glad the Chairman of the Bar Council Mr Lee Chee Wei with us here today and Edmond Bon (audience clapping) I’m sure they will enlighten us more.
Even before we go into Hudud, today in Malaysia we are confronted with a very contentious issue and that is the jurisdiction of the Syariah Court. All the distinguished and learned council here will tell you there are a lot of high profile cases. We have marriage registered under the Civil Law and then some day one of them decide to embrace Islam and this followed by divorce and often the unilateral conversion of the children to Muslim and this is often contested in court and I will not go into details and they are all stuck in the court at various level of the judiciary and there have not seen end of the legal tunnel.. the end.. the lights of the legal tunnel. And these are very simple cases involving marriage evolve and one of them decides to embrace Islam.
So if you were to talk about hudud which involve more crime, more activities under the public domain there in my simple mind it definitely affect Muslim and non Muslim because it involve theft, it involve rape, it involve adultery, it involve consumption of alcohol where Muslim and Non Muslim were definitely be involved. So in my simple layman term, I cannot accept people who says that Non Muslim has nothing to do with Hudud. To me that’s not a fair statement it has everything to do with Malaysia whether Muslim or Non Muslim if Hudud is implemented (audience clapped)
So talking about the Legal barrier to the implementation of Hudud right now I understand I have the opportunity to serve in UNESCO for 3 terms so I know the function of the States. The barrier to the implementation of Hudud will be the Federal Constitution which now only permits the State Government to enact law and punishment in a very limited way against people who profess Islam against the percept of Islam except in regards to matter included in the Federal List. And among matters included in the Federal List are Civil and Criminal Law and Procedure. And the clear intention of 1957 Constitution was to allocate all federal powers to the Federation and to confer in the States only residual power over Shariah offences like failure to observe compulsory fasting during Ramadan, drinking of alcohol and so forth… very limited power at the State level. And list 2 of para 1.. you look up.. at Schedule 9 and List 2 of Para 1 state that Shariah Court shall not have jurisdiction in respect of offences except in so far as confer by the Federal Law. So we are very clear and we don’t know how Kelantan can implement Hudud without amending the Federal Constitution.
So allowing Hudud will further blur the power and jurisdiction of the Civil and Islamic Court. How then will the rights and freedom of Non Muslim will be safeguarded. Which court will have jurisdiction which involve Muslim and Non Muslim. And Hudud Law cannot exist without the existence of the Islamic Law. So Islamic State and Hudud implementation were hand in hand so the enforcement of Hudud will evidently see Islamic Law being enforced in the multiracial country like ours.
“To PAS Hudud Law is the divine law of God. I’m sorry to say that.. so it cannot be challenged so if we’re to talk about Hudud in the public ..and I’ve done that.. that’s part of politics.. many police report has been launched against me for insulting Islam. So this is where today we are here…. It’s a divine Law non Muslim cannot even talk about it or challenged it openly. “
So if it does not affect us I only give a very good example a very simple example and I’ve to seek your pardon if I use a basic example of rape.
You’ve a Non Muslim woman being rape by a Muslim man now whether this to be subjected Civil Court or Hudud. If it is subjected to Hudud the accused of a victim must produced 4 credible witnesses. So in term of Hudud .. credible witnesses means must be Muslim man; female are not credible witnesses, Non Muslim are only half credible as far as I know; if I’m wrong please correct me Ustaz, so Non Muslim like you and me are only half credible; woman not credible at all. So it is very lively that the victim a Non Muslim woman were never be able to get the rapist convicted. And what is more troubling is that the victim in this case the lady which being raped can be charged for zina or adultery. So who say Non Muslim are spared for Hudud law (audience clapped)
Furthermore since the lawyers are here I also should talk about some Human Rights ..lah. Furthermore it goes against the fundamental liberty guarantee to all citizens including Muslim under Part 2 of the Federal Constitution. So if Hudud is implemented in Malaysia it applied only to Muslim and not to Non Muslim which were then ran counter to the equality provision of Article 8 of the Federal Constitution. So a Muslim person would then be exposed to two separate persecution or conviction; one under Hudud and the other one under the Penal Code. And this is contradict to the prohibition against repeated trial in Article 7(2) of the Federal Constitution. “..ch.. trying to be more learned lah quote some of this… (audience laugh).
When come to social implication “when you judged a Muslim under one set of law and non Muslim on another set; it is a double standard in multiracial country and it does nothing in the process of justice and for social integration in multiracial country like us.” And this is the time bare it in mind ladies and gentlemen, when Muslim around the world any Malaysian are fighting for their personal liberty, the uprising in the Middle East motivated by the people desire for job, education freedom, good governance and democracy.
So implementing this law is seen as a step backward and as you’re aware and as we’re a multiracial country. Any disagreement with the Muslim community whether you like it or not will definitely affect all of us. If the Muslim community that numbers about 63% have problem we as a Non Muslim will also have problem. This is the political reality that we’ve to accept.
“Hudud is controversial even at the international level because most of the punishment imposed are said to be in violation of basic human right. Does it even doesn’t affect the non Muslim, under the 1 Malaysia spirit no one should be subjected ‘in my humble opinion’ to such a brutal and yet gender biased set of punishment.”
Representing the right of other religious committee and living in peace and harmony and what we called having a system that is fair and compassionate is an important requirement of the Shariah. That’s far as I know about it.
“When you talk about the impact of Hudud and it’s Economy. I would say that it is far reaching. When you have a set of punishment which is very gender biased against a lady and which is perceived to be cruel in violation of the human right; the Malaysia standard in the International level will be very badly affected whether you like or not. And thus will affect our current effort to attract what we called Foreign Direct Investment. And we need this investment as you know to reach a status of a high income nation by 2020. And it will also not only affecting FDI but it will also affect reinvestment. It will may cause investor multinational to pull out of Malaysia.” And when this happen all sectors of the economy are affected. And when all the sectors of the economy is affected every Malaysian irrespective of race, religion and creed will be affected.
And a very simple example “I can’t imagine when suddenly the Government decided that we implement Hudud . As I would say the KLSE composite Index will drop badly 10% or 20%.” This is a possibility that we cannot discount and when ths happen it will whip up billion in pay up and market capital. All this will affected all sectors of the economy Muslim or Non Muslim.
“ And the more I would say well within the country when you’ve Hudud there will be a lot of do’s and don’t affecting the Muslim, There will be a lot of ‘moral policing’ they will call it, alcohol, betting retail outlet will be reduced. As you’re aware Kelantan ban betting and we have taken Kelantan Government to the court. (audience clapping hand)” . But the will of the process of justice takes a very long time in Malaysia maybe the Bar Council chairman can enlighten us (audience laugh). So when this happen a lot of job will be affected, a lot of businesses will be closed, revenue will drop definitely and there will be more jobless people. There will be shortfall in budgeted and the national deficit will definitely increased so national development will also be affected and I give a very good example is Genting.
And to be honest two weeks ago when I was invited to Genting to officiate a closing ceremony, it was a very simple ceremony a national event with no speeches required just gave away prizes, it is an event which we called ‘tunjuk muka’ show your face. When I leave the hall I was surrounded by many reporters and TV. And when I sat down I don’t know what to tell the Press so I suddenly I say that: “If PAS came to power at the Federal level or I didn’t say even at the State level, the first victim will be Genting it will be close down because of the casino or whether you like or not Genting provide employment to 15,000 people direct employment, taxes direct by Genting is 1 billion a year and Genting attract 20 million tourists a year; at a spin of fact is tremendous. So as I said Genting will be the first to close.”
So I must thank a senior PAS leader who confirmed that it is true what President MCA say is true when we come in power in Pahang they didn’t talk about Federal, the first day we do is to close down Genting (audience clapping hand with an excitement shout) so I cannot draw a conclusion if you close down Genting it will not affect the Non Muslim. It definitely affects the Non Muslim more than the Muslim in this case.
So in conclusion I would suggest as a matter of transparency that PAS should include Hudud and its implementation in the General coming Election Manifesto (audience clapping hands) and since they all say and tell us that they never do without consulting their partner so I would humbly suggest in this forum today that the implementation of Hudud become the common agenda of Pakatan Rakyat (audience clapping hand). Then if the rakyat vote the Pakatan Rakyat both State and Federal and rakyat are the stakeholder of the nation… don’t forget. And if they vote Pakatan Rakyat knowing full well that they will implement Hudud after that we have to respect because it is the voter choice (applaud). Put it in the Manifesto! Lay down the cards on the table so that the rakyat can decide… agree or not (audience response Yes.. clapping hand) instead we received conflicting signal, PAS want to implement Hudud, Keadilan the unelected supreme leader Ketua Umum of Keadilan multiracial party suddenly say that , “Oh I support Hudud too…” (audience respond …Personal ) No there’s no such thing as personal. (audience laugh). So he support Hudud. Now what is amusing and what is in my simple mind as an ageing person (audience laugh) if you notice that none of the Non Muslim leaders in Keadilan has dare to open their mouth (audience shout Ya.. clapping hand) so it is not easy to be an unelected leader of a Ketua Umum because when you are unelected… nobody dare to object to you. (audience laughed) Understand! (audience laughed). For me you can object because some of you may not want to elect me anymore (audience laugh) so that’s the advantage of what we called maybe… “benevolence democracy unelected top down”. None of the Non Muslim leaders including one of our ex colleague and comrade (audience clapping hand) and he is one the most mockup person I’ve met. As part of their strategy they will say we have no two third so don’t worry, non muslim do not have to worry, we have no two third.
Now this is simple arithmetic. If Pas came to power, you add Keadilan members inside and since the Non Muslim in Keadilan is keeping quiet we assume that they also support Hudud…. Agree?...(audience response Yeah.. clapping hand) and then Muslim MPU will be subjected to a tremendous pressure because as I understand all Muslim has to support Hudud but whether it support the implementation is different story. You support Hudud but you may not support its implementation this is two different things so there is always the possibility.. please… I hope the press can emphasize this point (audience response Yeah.. clapping hand)… as part of their strategy ! (clapping hands). You’ve PAS, you’ve Keadilan and you’ve Muslim MPs who felt compelled by their religious calling to support PAS.. eh.. to support Hudud not necessarily its implementation.
Then you come to DAP. “Agreeing to disagree” (audience laugh). Maybe the lawyers will enlighten us what it means by ‘agree to disagree’ (audience laugh). To me I read it this way it is a deception, it is disillusion, it is an illusion to say that “Oh its well to say that we agree to disagree… we agree to capture the crown jewel.. Putrajaya. And after we capture we disagree with the implementation of Hudud and if the rakyat suffer yes.. its too bad you’ve supported us now you’ve to wait 5 more years ( audience shout yes.. clapping hand). So I will interpret agree to disagree as this… Agreed to conquer Putarajaya on already we succeed to achieve.. we disagree about the implementation. So we can quarrel and the rakyat can suffer. It’s just like the Roman Emperor playing its musical instrument while Roman burns at night. Maybe Prof Chandra will tell me the name and he will know better than me anytime.
The other thing we can see is the rather the dishonest way of telling Chinese in this country…. I’m sorry to say that…on one hand DAP say we oppose Hudud and on the other hand if you notice in the just last general election and the subsequent 16 by election, DAP campaign vigorously to ensure if there is a PAS candidate that they will win. And this is something contradict. On one hand you opposed on the other hand you want to ensure the very party that you opposed the candidate must win the election. Where got meaning like that… (audience response Yeah…) in my simple English you say where got meaning….(audience laugh). So in short the three people could not… the three parties could not agree on a common agenda. And today we urge them please put Hudud into your Pakatan Rakyat Common Agenda (audience clapping hand). Let the rakyat decide…(audience clapping hand)
“There are people who float around the idea that Hudud will be good for corruption. Malaysia is not doing well in our international conception on what we called Corruption Index. One… when you get one and in this case you’re the most corrupted. 10 you’re the perfect government very clean. Malaysia very difficult to get beyond 5. And if you look at 11 nations who practices Hudud as a capital punishment. Only 2 countries have a score of more than 5 i.e UAE and Sultanate of Oman, even the great kingdom of Saudi is not so good. And the rest… you have a look… Iran, Pakistan, Mauritius, Yemen, Nigeria, Republic of Sudan, Afghanistan; Somalia is the best 1.1 (audience laugh). So out of the 11 nations only 2 have a score of more than 5.” So if you want to console yourself that we do not have Hudud.. we do not score so badly compare to Somalia but that is not what a point I’m trying to drive at.
I am trying to drive at to say that this chart debunk especially the DAP we need Hudud to weep out the corruption and there are 11 countries that we show you on the chart…. 2 score beyond 5, UAE and Sultanate of Oman, the rest all below 2.5; besides Saudi which score 4.2 .. I think. The rest…. please do not aspire to achieve that status. If we achieve that status then all of us will go to “QURAN” they call it (audience laugh).
So ladies and gentlemen; this is a little thing I know about Hudud and we all ears to listen to our learned council distinguished speakers and moderators who I told you to share with us their view on Hudud and its implication on Non Muslim.
Thank you ladies and gentlemen.
KEMANA PERGINYA PEJUANG-PEJUANG AGAMA DALAM UMNO BILA MCA CSL TERGAMAK MEMBIDAS MEREKA.. KEMANA PERGINYA PARA-PARA PENADAH KITAB MATHLAIL BADRIN BILA CSL DENGAN BERANI DAN ANGKUH MENGHARDIK MEREKA. BANGKITLAH DARI TIDURMU DAN KEALPAANMU WAHAI KITA UMAT ISLAM. KITA TIDAK DITAKUTI DAN DIGERUNI.


























